6 Misteri Menakutkan Gunung Lawu Di Indonesia

6 Misteri Menakutkan Gunung Lawu Di Indonesia

Misteri Menakutkan Gunung Lawu Di Indonesia – Gunung lawu merupakan gunung yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Gunung ini kenal juga menyimpan misteri serta legenda seram tidak menyurutkan niat orang yang ingin mengunjunginya.

Apabila anda pernah mendaki Gunung Lawu, anda pun pasti tahu, sampai di mana tingkat kekentalan mistis yang ada pada Gunung Lawu. Begitupun dengan salah satu anggota tim SAR yang pernah bertugas di sana. Dia mengungkapkan apa yang dia rasakan saat bertugas di gunung yang termasuk dalam Seven Summits of Java ini,

Berikut 6 misteri yang ada di Gunung Lawu

1. Legenda Gunung Lawu

Kisah berawal dari masa berakhirnya kerajaan Majapahit, yakni pada tahun 1400 M. Kala itu, orang yang menduduki kursi kerajaan adalah Prabu Bhrawijaya V, beliau adalah raja terakhir dari kerajaan Majapahit.

Sejarah mengenal, bahwa Prabu Bhrawijaya V mempunyai dua istri, yaitu Ratu Petak Putri berkebangsaan Tiongkok dan Ratu Jingga. Dari ke-2 istrinya, Ratu Jingga melahirkan Pangeran Katong dan Ratu Petak Putri melahirkan Raden Fatah.

Singkat cerita, saat Raden Fatah memasuki usia dewasa, ternyata Raden Fatah memeluk agama Islam, ia membelot dari agama sang ayah yang beragama Budha. Bersamaan dengan meredupnya kerajaan Majapahit, Raden Fatah pun mendirikan kerajaan Demak yang berpusat di Glagah Wangi, sekarang lebih dikenal Alun-Alun Demak. Kenyataan yang membuat Prabu Bhrawijaya V merasa gundah.

Pada suatu malam, Prabu Bhrawijaya V bersemedi, dalam semedinya, beliau mendapatkan petunjuk yang mengatakan bahwa kerajaan Majapahit akan meredup dan cahaya beralih ke kerajaan anaknya, yakni kerajaan Demak. Sesaat itu pula Prabu Bhrawijaya V meninggalkan kerajaan Majapahit, menuju Gunung Lawu untuk menyendiri.

2. Gunung Lawu Merupakan Persinggahan Terakhir Prabu Bhrawijaya V

Sesaat setelah meninggalkan kerajaannya, sebelum naik ke Gunung Lawu, Prabu Bhrawijaya V bertemu dengan dua orang pengikutnya, kepala dusun dari wilayah kerajaan Majapahit, masing-masing dari mereka adalah Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Karena mereka berdua tidak tega melihat Prabu Bhrawijaya V berjalan sendirian, mereka pun ikut menemani Prabu Bhrawijaya V naik ke puncak Gunung Lawu.

Setelah sampai di puncak Hargo Dalem (Catatan: Gunung Lawu memiliki 3 puncak, yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan yang paling tinggi, Hargo Dumilah.) Prabu Bhrawijaya V berkata kepada 2 pengikut setianya,

3. Misteri Burung Jalak Penunjuk Jalan

Burung Jalak ini bukan sembarang burung Jalak. tapi sejenis burung Jalak Gading yang dipercaya sebagai penunjuk Jalan para pendaki. Menurut cerita burung jalak ini jelmaan dari Kyai Jalak yang melakukan moksa seperti prabu Brawijaya V. Berdasarkan kepercayaan hanya para pendaki yang berhati dan berniat baik yang akan dipandu dari jalan naik hingga turun. Namun yang berniat buruk akan tersesat dan bernasib buruk.

4. Pasar Setan

Selain pasar setan di Gunung Merapi, Mitos Pasar Setan di Gunung Lawu tidak kalah seramnya. Pasar setan ini terletak pada jalur pendakian Candi Cetho, jalur pendakian cepat dan berbahaya yang jarang diminati para pendaki. Menurut masyarakat setempat jika anda mendengar suara misterius seperti orang menawarkan barang ” mau beli apa mbak/mas” segera lempar uang nominal berapapun ke arah suara tersebut lalu ambil daun atau batu di daerah tersebut seperti layaknya aktivitas jual beli. Jika tidak demikian anda tidak akan bisa pulang dengan selamat.

5. Kupu-Kupu Penerima Tamu

Kupu-Kupu ini memiliki sayap hitam dengan bulatan biru disayapnya bila anda bertemu dengan kupu-kupu tersebut artinya anda diterima dengan baik oleh penunggu Gaib Gunung Lawu. Ketika bertemu dengan kupu-kupu ini diharapkan memberi salam dan tidak mengganggu, menangkap atah membunuhnya. Karena bila hal itu dilakukan kejadian buruk akan menimpamu.

6. Larangan Memakai Baju Hijau dan Membawa Gerombolan Berjumlah Ganjil

Larangan ini mirip dengan dengan larangan di pantai selatan. Baju hijau merupakan warna baju Nyi Roro Kidul, yang memiliki banyak pengikut gaib jika anda memakai ini di Gunung Lawu akan mengundang makhluk halus yang akan mengganggu. Sedangkan bagi mereka yang membawa gerombolan orang berjumlah ganjil akan diikuti makhluk gaib yang menyusup diantara gerombolan itu untuk mengisi keganjilan tersebut.