6 Misteri Tersimpan Di Gunung Everest

6 Misteri Tersimpan Di Gunung Everest

Misteri Tersimpan Di Gunung Everest – Mungkin hampir semua orang tau bahwa gunung everest adalah gunung tertinggi di dunia. Sebelum kita membahas mengenai misteri yang ada di gunung everest, kita akan membahas sedikit mengenai apa itu gunung everest. Gunung Everest merupakan gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian setinggi 8850 meter. Gunung Everest terletak di banjaran gunung Himalaya. Everest adalah gunung tertinggi di bumi (diukur dari paras laut). Rabung kemuncak gunung menandakan sempadan antara Nepal dan Tibet. Di Nepali gunung tersebut dikenali sebagai Sagarmatha (Sanskrit untuk “dahi langit”) dan di Tibetan Chomolangma atau Qomolangma (“ibu alam”)

Berada di puncak gunung merupakan impian bagi setiap pendaki yang berada di setiap penjuru dunia. Bukan hanya sekedar sebuah gunung, Everest pun merupakan simbol ketekunan, ketabahan, keberanian dan tekad bagi manusia, sekaligus menjadi simbol ketamakan, keserakahan dan kesombongan. Ok gaes, sekarang ini kita akan langsung membas mengenai misteri di gunung tertinggi di dunia ini.

1. Dataran Semakin Tinggi, Oksigen Semakin Menipis

Puncak Everest tidak diciptakan untuk dihuni oleh manusia. Sebab, udara di sana sangat miskin akan kandungan oksigen, para ahli mengatakan bahwa puncak tertinggi itu hanya memiliki 5% dibanding oksigen di tempat biasa. Bila berada di sana, seseorang bisa bernafas hingga 80-90 dalam setiap menitnya. Sebab itulah, pengelola mewajibkan setiap pendaki untuk membawa tabung oksigen saat hendak menjamahi Everest.

2. Keberadaan Hewan Penunggu Everest

Saat melewati ketinggian 6.700 mdpl, selain kadar oksigen yang semakin menipis, seorang pendaki Everest pun harus berhati-hati pada hewan berbahaya bernama laba-laba Himalaya (Euophrys omnisuperstes) yang sering bersembunyi pada celah-celah lereng Everest. Sangat berbahaya, karena hewan tersebut mengandung racun berbahaya yang mematikan.

3. Antrian Panjang di Jalur Pendakian

Dengan gelarnya sebagai gunung paling tinggi di jagad alam, gunung Everest adalah magnet kuat yang mampu menarik perhatian para pendaki di dunia. Hal ini menyebabkan, pada jalur pendakian, kita dapat melihat semacam antrian manusia yang berbondong-bondong ingin mencapai puncaknya.

Semisal pada musim pendakian di tahun 2012. Pendaki asal Jerman bernama Ralf Dujmovits sempat mengambil foto yang mengejutkan, sebuah foto yang menggambarkan betapa padatnya jalur pendakian Everest, terlihat barisan panjang manusia di sana. Ralf Dujmovits mejelaskan bahwa seseorang harus menunggu sekitar 2 jam untuk menunggu giliran. Kabarnya, pendakian sesak tersebut mengakibatkan 4 orang meninggal dunia.

4. Merupakan Kuburan Tertinggi di Dunia

Selain tumpukan sampah, ternyata gunung Everest dipenuhi dengan mayat manusia. Memang tidak ada catatan pasti, berapa jumlah mayat yang berada di Everest. Namun, pada setiap musim pendakian, selalu saja ada pendaki yang tidak turun untuk selamanya.

Tentu saja, hal ini sangat berhubungan erat dengan fakta-fakta di atas, termasuk tipisnya oksigen, bahayanya laba-laba Himalaya, padatnya jalur pendakian, track yang sangat curam.

5. Setiap Tahun, Ketinggian Everest Meningkat

Banyak para ahli yang mengklaim bahwa pengukuran ketinggian Everest ,ulang, yang dilakukan 2 negara, yaitu Tibet dan Nepal, adalah hal yang sia-sia. Pasalnya, penelitian yang dilakukan Ekspedisi Millenium Amerika di tahun 1999 mengungkapkan bahwa setiap tahunnya gunung Everest bertambah tinggi, setidaknya 4 milimeter pada setiap tahun.

6. Dahulu, Everest Merupakan Permukaan Laut

Para pakar sejarah mengatakan bahwa jaman dahulu, daratan India dan Nepal bukanlah dataran Asia. Namun jutaan tahun berlalu, dataran India bergeser perlahan, menabrak dataran Asia, yang akhirnya mengakibatkan tanah yang berada di tengah-tengah pertemuan daratan India dan Asia terdorong ke atas dan membentuk pegunungan Himalaya.

Fakta ini diperkuat oleh seorang petualang bernama Noel Odell. Pada tahun 1924, dia menemukan fosil dari makhluk laut di puncak Everest.

Para ahli yang mengamati hal tersebut berpendapat bahwa lempengan tanah yang menabrak dataran Asia masih bergerak sampai sekarang. Hal itulah yang mengakibatkan Everest bertambah tinggi pada setiap tahunnya.