Ritual Cisuak Atau Buang Sial Di Gunung Kalong

Ritual Cisuak Atau Buang Sial Di Gunung Kalong

Menjelang Tahun Baru Imlek 2569 Vihara Avalokitesvara Sri Kukusredjo, Gunung Kalong, Ungaran, Kabupaten Semarang menggelar ritual Ciswak, Minggu (14/1) siang kemarin. Ratusan umat Tri Dharma memadati ruang altar utama dan pelataran vihara yang terletak di ketinggian ini.

Ritual dipimpin oleh spiritual tempat peribadatan yang dikenal sebutan Kelenteng Gunung Kalong ini, Suhu The Tjoe Thwan dengan diawali pembacaan parita dan puji-pujian ditujukan kepada para dewa, dan teruntuk Dewi Welas Asih, Makco Kwan Im.

Seluruh umat duduk bersila dan hening dalam kekhusukan. Diakhir doa Suhu Thwan memohonkan kepada Tuhan agar seluruh umat yang mengikuti Ciswak mendapatkan keberkahan baik berupa kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang lancar.

“Mari kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar memberikan kesembuhan bagi yang sakit, memberikan kemudahan bagi yang sedang mengalami ujian, dan memberikan keselamatan dari segala marabahaya yang sering kali datang. Kita memohon semoga Tuhan mengabulkan doa-doa kita,” ucap Suhu Thwan di akhir doanya.

Seusai doa bersama di ruangan altar dilanjutkan ritual di halaman vihara dengan membakar hio dan kertas ritual. Ritual ini menandai terhantarkan doa yang sudah tersampaikan dan pembersihan diri dari keburukan-keburukan atau balak.

Seusai memimpin Ciswak, Suhu Thwan kepada Jateng Pos mengatakan, kegiatan kali ini merupakan susulan dari kegiatan yang sudah dilakukan di akhir tahun 2017 lalu. Diadakan atas permintaan umat yang ingin mengikuti Ciswak sebelum memasuki pergantian tahun Imlek.

“Kita berharap saat memasuki tahun baru Imlek nanti diri kita sudah bersih dari keburukan, terlepas dari kesialan, dan berbagai kesulitan yang dihadapi di tahun sebelumnya. Di tahun baru keberkahan dan kebaikan terbuka, sehingga akan semakin lancar mengarungi tahun Imlek 2569 mendatang,” ujar Suhu The Thwan.

Disebutkan, di tahun shio Anjing ini yang diperlu diwaspadai, bagi mereka yang memiliki shio Anjing dan shio Naga. Kedua shio ini memiliki Jiong Besar atau ketidakberuntungan yang besar, sehingga perlu berhati-hati dan waspada.

Ditambahkan Suhu Thwan, selain kedua shio yang berkarakter Jiong Besar itu, masih ada dua shio lagi yang berkarakter Jiong Kecil, yakni shio Kambing dan shio Kerbau. Bagi pemilik kedua shio tersebut juga perlu berhati-hati dan selalu waspada.

“Sekecil apapun peringatan yang kita dapatkan, kita tetap harus tanggap dengan lebih berhati-hati dan waspada. Diantara umat yang mengikuti Ciswak ini kebanyakan shionya bertentangan dengan shio Anjing tersebut. Melalui Ciswak kita berdoa dan memohon kepada Tuhan agar dapat dihindarkan dari kesialan dan malapetaka. Memohon agar selalu diberi keberkahan, kemudahan, serta diberi perlindungan Tuhan,” jelasnya.

Ritual Ciswak dimulai sekitar pukul 12.45 dan selesai sekitar pukul 14.00. Melalui kegiatan ini peserta Ciswak mengaku sangat senang karena merasakan keadaan dirinya menjadi lebih baik. Semakin nyaman dan tenang tidak lagi merasa khawatir akan kesialan yang akan datang.

“Ada interaksi positif antara diri saya dengan Tuhan. Saya sekarang merasa lebih tenang dan tentram setelah mengikuti Ciswak. Seperti doa-doa yang sudah saya ucapkan saat Ciswak, saya berharap tahun ini rezeki saya lancar dan tidak sakit-sakitan lagi,” ujar peserta Ciswak dari Semarang, Hariyanto (50), siang kemarin.

Mengakhiri seluruh rangkaian ritual diadakan pelepasan ratusan ekor ikan lele pada petang harinya ke sungai yang mengalir di dekat vihara. Pelepasan ikan ini menandai terbebasnya jiwa dari keburukan dan kesialan.