Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng

“Kadang, akan ada banyak hal menakjubkan yang tak pernah kita sangka yang tersimpan dalam sebuah tempat tersembunyi,”

Dataran Tinggi Dieng memang tak asing bagi telinga orang Indonesia, beberapa potret surga terhampar di kawasan ini. Mulai dari indahnya taman bunga Daisy di Gunung Prau, hingga telaga beragam warna.

Meskipun sudah banyak orang yang tahu pesona Negeri Atas Awan ini, ternyata banyak sekali fakta-fakta mengejutkan yang masih tersembunyi dan belum diketahui banyak orang mengenai Negeri Atas Awan ini lho.

Kamu pernah ke daerah Telaga Cebong dan Bukit Sikunir? Kalau sudah pernah ke sana, Kamu pasti nggak asing dengan nama Desa Sembungan. Nah, Desa ini adalah desa yang letaknya tidak jauh dari kedua wisata hits Dieng ini.

Tahukah Kamu, ternyata desa ini berada diketinggian 2300 mdpl lho! Karena letaknya ini, desa inipun dinobatkan sebagai desa tertinggi di Pulau Jawa.

Wah, keren ya!

Kamu hanya bisa menemukan gingseng Jawa di Dataran Tinggi Dieng

Di Dataran Tingi Dieng, ada sebuah tanaman bernama Purwaceng. Tanaman ini mirip sekali dengan gigseng, karena khasiatnya ada di akarnya. sebenarnya Purwaceng ini awalnya tertanam di seluruh daerah Pulau Jawa, namun karena habitatnya rusak saat ini hanya bisa tumbuh di Kawasan Dataran Tinggi Dieng.

Khasiat gingseng Jawa ini sendiri adalah untuk meningkatkan gairah seksual seseorang. Dan untuk menyantapnya, biasanya diolah menjadi bubuk dan bisa dinikmati bersama kopi atau susu. Kalau soal rasa, rasanya sih.. mending Kamu cicipi sendiri saat ke Dieng! Hehe

Dataran Tinggi Dieng dikelilingi oleh bukit dan gunung, yang membuat lembah dieng yang sudah berada di dataran tinggi tersebut, masih lebih rendah dibandingkan bukit dan gunung di sekelilingnya. Kontur yang berbentuk cekungan tersebut membuat suhu udara Dieng saat malam hari justru lebih rendah dibanding puncak di sekelilingnya, karena angin malam yang mengarah ke bawah.

Saat musim kemarau, suhu dieng bisa mencapai minus 0 derajat celcius. Saat puncak musim kemarau tiba, setiap pagi kamu bisa menemukan kristal es yang menempel di rumput, pohon bahkan tenda campingmu.

Selain purwaceng, tanaman endemik lain yang hanya ada di Dieng adalah buah carica. tekstur dan bentuknya mirip dengan buah pepaya, namun ukurannya lebih kecil. Masyarakat setempat mengolahnya menjadi manisan atau minuman kemasan agar wisatawan dapat dengan mudah menyantapnya dan membawa pulang buah manis nan lezat ini sebagai oleh-oleh.

Dataran Tinggi Dieng memang bukanlah tempat yang biasa, di sini Kamu bisa menikmati beraganm wisata alam yang disajikan dalam satu area bernama Dieng.

Meski kedatanganmu ke Dieng hanya satu hari, namun Kamu bisa menikmati empat jenis wisata, mulai dari wisata kawah (Sikidang dan Candradimuka), wisata telaga (Telaga Warna dan Telaga Dlingo), wisata gunung (Prau dan Pakuwojo) hingga wisata candi (Arjuna dan Dwarawati).

Lengkap banget lah pokoknya!
Dieng merupakan tempat yang dipercaya sebagai tempat para dewa

Asal Kamu tahu, sebenarnya nama Dieng berasal dari dua kata yang memiliki arti dalam, yaitu ‘Di’ yang artinya tempat yang tinggidan ‘Hyang’ yang artinya kahyangan. Bisa dipastikan, Dieng merupakan sebuah tempat yang dihuni oleh para dewa kahyangan.

Hal ini ditandai dengan adanya candi-candi dan mitos rambut gimbal yang disebut-sebut titisan para dewa.