Legenda Gunung Naga Di Kuningan Jawa Barat

Legenda Gunung Naga Di Kuningan Jawa Barat

Batu bergambar naga ditemukan di puncak Gunung Tilu di Kuningan, Jabar. Tengah diselidiki bagaimana asal muasal batu bergambar naga itu bisa dipahat di sana. Masyarakat di sekitar hanya mendapat cerita turun termurun adanya batu itu.

Menurut Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Ali Akbar, Senin (18\/3\/2013) berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Kuningan terdapat legenda yang mungkin berkaitan dengan batu purbakala tersebut.

\\\”Masyarakat Kuningan mengenal legenda Ambu Naga Runting. Legenda ini tidak terlalu jelas lengkapnya. Namun disebutkan bahwa ada seekor naga yang sangat luar biasa. Kepalanya berada di Gunung Ciremai atau Ceremai yang merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat,\\\” jelas Ali saat berbincang.

Nah, saking besarnya naga itu, ekornya pun berada sampai ke pegunungan di sebelah selatan Gunung Ciremai. \\\”Namun masyarakat tidak tahu gunung mana yang dimaksud. Namun, mungkin saja ekor Naga terletak di Gunung Pojok Tilu tempat batu tulis bergambar naga ditemukan,\\\” jelasnya.

Legenda itu hanya terdengar dari mulut ke mulut dan diturunkan dari generasi terdahulu. Tapi, dalam arkeologi, legenda itu menjadi salah satu bahan penelitian. Bisa saja, batu bergambar naga itu dibuat sang pemahat diilhami kisah naga runting tersebut.

Gambar naga itu berada di dua buah batu yang berdiri tegak. Ada gambar seorang berkepala botak yang tengah memegang naga itu. Ali menjelaskan, pahatan batu itu cukup rapi.

\\\”Untuk sementara diperkirakan batu tegak itu sudah didirikan oleh masyarakat sejak masa prasejarah, pahatannya cukup rapi, sehingga diperkirakan batunya didirikan sejak masa prasejarah, namun pahatannya dilakukan pada masa kemudian. Kemungkinan pahatan (gambar naga-red) dilakukan pada akhir masa Sunda Kuno sekitar abad ke 14-15 Masehi,\\\” tuntasnya.

Kini tengah dilakukan penelitian bekerjasama dengan Pemkab Kuningan di sekitar kawasan itu. Mengingat di sekitar batu tegak itu banyak berserakan batu-batu lain yang seperti terpahat rapi.

Jadi menurut anda, benar kah naga itu ada? Jika orang dahulu pun bisa menggambarkan naga sebagai seekor ular besar bertanduk.