Misteri Gunung Tangkuban Perahu

Misteri Gunung Tangkuban Perahu

Misteri Gunung Tangkuban Perahu

Kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu terletak sekitar 30 kilometer di sebelah utara kota Bandung. Secara administratif kawasan Gunung Tangkuban Perahu sebelah selatan berada di bawah wilayah Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sebelah Utara kecamatan Sagalaherang, dan sebelah timur laut kecamatan Jalancagak kabupaten Subang.

Puncak gunung tertinggi di kawasan Tangkuban Perahu berada pada ketinggian 2.084 meter di atas permukaan air laut. Memiliki suhu rata-rata hariannya yaitu 17°C pada siang hari dan 2°C pada malam hari. Kawasan ini merupakan salah satu tujuan wisata alam yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Menurut cerita rakyat setempat, nama Tangkuban Perahu berkaitan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, iamengajukan syarat untuk membuat perahu dalam semalam. Tersadar bahwa usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Perahu. Ada beberapa misteri dari cerita Tangkuban Perahu, mari kita simak kisahnya berikut.

1. Misteri Rintihan Tangkuban Perahu

Ibu ratu adalah nama panggilan untuk Dayang Sumbi. Ia sering diminta bantuannya untuk meredakan aktivitas vulkanik Gunung Tangkuban Perahu melalui upacara ritual. Namun, sesekali ibu Ratu terdengar merintih, menyampaikan kepedihan hatinya.

2. Misteri Tanjakan Emen Tangkuban Perahu
Tanjakan ini memiliki suasana hening dan mencengkam di siang hari apalagi malam tentunya diseling bau belerang yang menyengat menusuk hidung. Kanan kiri lembah-lembah dan bukit-bukit perkebunan teh mengapit jalan agak mirip daerah hutan jati ini memang misterius.

Menurut cerita dari mulut ke mulut di daerah itu ada pria separuh baya yang bernama Emen telah ditabrak lari. Kemudian mayatnya disembunyikan di rimbun pepohonan sekitar tanjakan. Sejak saat itu arwah Emen menuntut balas dendam kepada siapa saja yang lewat tanjakan tersebut.

3. Misteri Surga yang Tersembunyi di Tangkuban Perahu

Keberadaan curug Cimuja terletak di kawasan paling hulu. Dahulu curug ini sering digunakan untuk memuja dan bersemedi memohon sesuatu. Pemujaan biasanya dilakukan pada malam hari. Bila sang pemuja sudah selesai menyampaikan doa-doanya, ia harus mandi pada malam hari di bawah tumpahan curug ini.

4. Misteri Pemandian Tangkuban Perahu

Menurut kepercayaan masyarakat dulu air keramat dan goa kahuripan merupakan sarana pemandian Putri Ratu Dayang Sumbi. Air keramat merupakan aliran air dari mata air dari atas puncak Gunung Tangkuban Perahu. Mulanya di atas itulah Dayang Sumbi mandi. Untuk menghindari ancaman binatang buas dan orang-orang jahat, akhirnya masyarakat membuat aliran air yang disalurkan dari puncak ke goa.

5. Misteri Air Kahuripan Tangkuban Perah

Mitos yang berkembang di masyarakat bahwa air kahuripan bisa dijadikan sarana berbagai pengobatan. Karena dengan mitos tersebut sampai sekarang banyak peziarah yang ngalap berkah di tempat ini. Selain mandi di air kahuripan dengan tujuan pengobatan, disisi lain bisa untuk menyegarkan badan dari perjalanan kaki yang sangat jauh.

6. Misteri Badai Petir di Langit Subang

Badai petir yang dikabarkan terjadi di langit timur Bandung dikaitkan dengan vulkanologi Gunung Tangkuban Perahu yang berada di Bandung, Jawa Barat. Badai petir ini disebut-sebut tak mengeluarkan suara. Hanya kilatan cahaya saja.

7. Pewadonan Ratu Tangkuban Perahu

Batu yang mirip dengan kelamin perempuan atau disebut dengan Pewadonan yang diyakini masyarakat adalah petilasan pemandian Nyi Ratu Dayang Sumbi. Sehingga tempat ini ramai dikunjungi terutama kaum hawa yang ingin berendam di antara batu tersebut. Setelah mandi ditempat itu pakaian dalamnya dibuang ke tempat sekitar sehingga tidak heran banyak pakaian dalam yang terlihat di antara bebatuan dan pepohonan di sekitar tempat itu.

8. Misteri Legenda Tangkuban Perahu

Sangkuriang yang jatuh cinta ingin meminang Dayang Sumbi. Namun, Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri dari bekas luka yang ada di kepalanya dan langsung membatalkan rencana pernikahan mereka. Dia mengajukan dua syarat kepada Sangkuriang yang harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing sebagai cara untuk membatalkan rencana pernikahan mereka.

Dayang Sumbi mencegahnya dengan membuat seolah-olah hari itu sudah menjelang pagi. Karena Sangkuriang mengetahui hari telah menjelang pagi, maka dengan kesal Sangkuriang menjebol bendungan yang telah dibuatnya sendiri, lalu terjadilah banjir dan seluruh kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Sampan itu melayang dan jatuh tertelungkup dan menjadi gunung hingga kini.

9. Rebus Telur dengan Air dari Alam

Kawah Domas yang masih berada di sekitar Gunung Tangkuban Perahu ini memiliki keunikan yang tak dimiliki oleh ke dua kawah lainnya. Di sini kita bisa memasak telur langsung dari air kawah. Waahhh sungguh mengasikkan bukan?

Di kawah ini terdapat banyak kubangan-kubangan air panas. Sumber panas tersebut berasal dari zat belerang. Para pengunjung biasanya memanfaatkan sumber air panas itu untuk merendam kaki. Katanya, meredam kaki di sini bisa jadi obat alami untuk menghilangkan berbagai penyakit kulit.

10. Lord of The Ring Tangkuban Perahu

Hutan yang bearada di Gunung Tangkuban Perahu ini merupakan hutan yang eksotis. Hutan yang pekat dengan kabut putih yang membawa bayang-bayang misteri. Waktu turun ke hutan ini, teringat film Lord of The Ring. Selain hutan yang eksotis, di area ini juga tumbuh pohon yang unik. Batangnya seperti lukisan batik.